152 Imum Chik Gampong di Abdya Dibekali Materi tentang Baitul Mal

-11 Dilihat
Foto : Fitria Maisir/SIGUPAINEWS.COM

SIGUPAINEWS.COM|ABDYA – Sejumlah 152 Imum Chik Gampong di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), menghadiri acara pembinaan tentang kelembagaan Baitul Mal Gampong (BMG) yang diselenggarakan oleh Baitul Mal Kabupaten tersebut, Rabu (6/12/2023).

Acara yang dilaksanakan di aula lantai bawah Masjid Agung Baitul Ghafur, Desa Seunaloh, Kecamatan Blangpidie itu diikuti oleh Ketua Baitul Mal Abdya, Zulbaili bersama anggota, Dewan Pengawas Baitul Mal dan Sekretaris, Iin Supardi.

Sekretaris BMK Abdya, Iin Supardi dalam laporannya menyebutkan, acara tersebut dihadiri oleh 152 Imum Chik Gampong yang secara ex officio menjadi Ketua Baitul Mal Gampong.

Baca juga

“Acara ini juga disertai dengan sosialisasi dan peningkatan kapasitas kelembagaan Baitul Mal Gampong,” katanya.

Iin menambahkan berdasarkan SK Keuchik, sudah terbentuk sebanyak 117 Baitul Mal Gampong di Abdya. Bagi Gampong yang belum, ia mengharapkan Keuchik segera membentuk dan menunjuk pengurus Baitul Mal Gampong.

Ketua Baitul Mal, Zulbaili dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada para Imum Chik Gampong yang telah datang ke acara tersebut. Ia mengatakan acara ini sebagai bentuk silaturahmi BMK Abdya dengan para Imum Chik Gampong.

“Harapan kami dengan acara ini dapat menjalin silaturahmi antara BMK Abdya dengan BMG, dan juga sebagai kesempatan kami menggali pendapat dan masukan dari para guree-guree (Tgk dan Ustadz) mengenai zakat yang dikelola Baitul Mal,” tuturnya.

Zulbaili melanjutkan, BMG merupakan mandat Qanun Aceh No 3/2021 perubahan atas Qanun Aceh No 10/2018 tentang Baitul Mal, dimana pembentukannya harus disosialisasikan terlebih dahulu kepada para Keuchik dan Imum Chik Gampong.

Menurutnya, keberadaan BMG tidak serta merta ingin segera mengubah tradisi pengelolaan zakat seperti halnya zakat fitrah yang selama ini telah dilakukan oleh Teungku-Teungku Imum di gampong, hanya saja kata dia, BMK Abdya ingin pengelolaan zakat melalui BMG dapat lebih teratur administrasinya dan dilaporkan kepada Baitul Mal Kabupaten.

“Bagi Gampong yang sudah terbentuk  pengurus BMG-nya diharapkan dapat berkoordinasi dengan kami dan melaporkan kegiatan pengelolaan zakat ke BMK Abdya. Insyaallah kami juga siap memberikan pembinaan,” ujar Zulbaili.

Acara pembinaan ini mengundang dua pemateri, yaitu Salman Syarif dari Komisioner Baitul Mal Abdya dan Ustadz T Marzan, MA dari MPU Abdya.

Salman Syarif menyajikan materi tentang kelembagaan BMG dalam perspektif Qanun Aceh No 3/2021 perubahan atas Qanun Aceh No 10/2018, tentang Baitul Mal. Sedangkan, Ustadz T Marzan menyampaikan materi tentang fiqih zakat.

Salman Syarif, menyampaikan beberapa poin tentang tugas, fungsi dan kewenangan BMG, diantaranya BMG memiliki tugas melakukan inventarisir mustahik dan muzakki, anak yatim serta walinya, pendataan harta wakaf dan harta kegamaan lainnya yang ada di dalam gampong.

Selanjutnya, Ustadz T Marzan menjelaskan hikmah berzakat yang sudah menjadi kewajiban bagi seseorang muslim untuk menunaikannya apabila harta mereka sudah mencapai kadar nishab dan haul.

Disamping itu, Marzan juga menjelaskan secara detail tentang pengertian zakat profesi dan perhitungan penerimaan zakat pertanian (padi) dalam perspektif hukum Islam menurut kitab fiqih zakat kontemporer karya Dr. Yusuf Al Qardhawi.

Acara peningkatan kapasitas kelembagaan Baitul Mal Gampong ini diakhiri dengan diskusi bersama peserta. Pada acara tersebut, Ketua BMK Abdya juga mengukuhkan pengurus Baitul Mal Gampong yang sudah terbentuk berdasarkan SK Keuchik.(*)

Please enable JavaScript in your browser to complete this form.
Jika Pilkada Aceh Barat Daya (Abdya) dilakukan hari ini siapakah calon Bupati pilihan anda?