ARC USK Peringati Milad ke-6 dengan Awards dan Launching Buku

-21 Dilihat
Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan bersama Kepala ARC-PUIPT Nilam USK, Dr. Syaifullah Muhammad, ST, M.Eng.,  me-launching produk inovasi baru turunan nilam Aceh di Gedung AAC Dayan Dawood. Jumat 23 Desember 2022. ( Foto: Dok. USK).
SIGUPAINEWS.COM | BANDA ACEH – Dalam rangka merayakan milad yang ke-6, Atsiri Research Center Pusat Unggulan Ipteks Perguruan Tinggi (ARC-PUIPT) Universitas Syiah Kuala (USK), memberikan penghargaan kepada sejumlah lembaga maupun individu. Kegiatan ini berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, (23/12/2022).
ARC Awards tersebut diberikan atas apresiasi dan bentuk komitmen luar biasa mereka bagi dunia industri Nilam Aceh. Awards ini mencakup empat kategori. Untuk pengurus ARC, diberikan kepada; Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin, S.Si, M.Tech, Prof. Dr. Ir. Abu Bakar, MS, Prof. Dr. Nasrul, ST, MT, Dr. Iskandarsyah, SE, MM.
Baca juga

Kemudian kepada Dr. Ing. Agus Arip Munawar, S.TP, M.Sc, Raihan Dara Lufika, ST, M.Sc, Apt. Nadia Isnaini, S.Farm, M.Sc, dan Nanda Funna Ledita, SP. Pada kategori Pemerintahan, diberikan kepada Ir. Mohd. Tanwier, MM dan Zainal Arifin Lubis. Untuk kategori Dunia Usaha diberikan kepada Sumardi Focustindo dan Ivone Care.

Sementara pada kategori Masyarakat, diberikan untuk Prof. Ir. Hammam Riza, M.Sc, IPU juga Marsidi. Sedangkan pada katagori Media diberikan untuk Humas USK, Dialeksis serta Dr. Hendra Syahputra, MM.

“Ini bagian dari apresiasi USK kepada kawan-kawan yang telah dan terus bekerja di ruang tak terlihat. Atas dedikasikan mereka, masyarakat bisa menerima kebahagiaan di sektor Nilam Aceh,” kata Kepala ARC-PUIPT Nilam USK, Dr. Syaifullah Muhammad, ST, M.Eng.

Dirinya menjelaskan, dalam perjalanan ARC USK, banyak tantangan dan dinamika telah dilalui. Namun berkat sinergitas lintas sektor, dari atas hingga ke bawah, ARC USK menjadi pusat unggulan dan satu-satunya pusat penelitian Nilam di Indonesia itu ada di Aceh.

“Kita banyak sekali tamu nasional dan internasional. Di ARC USK, ada 57 Profesor yang terlibat untuk membantu petani Nilam Aceh,” ungkapnya.

Syaifullah menuturkan, tema yang diangkat pada milad ke-6, ‘Memperkuat Ekosistem Pentahelix untuk Kemandirian Industri Nilam Indonesia’, berkorelasi dengan sepak terjang ARC selama ini. Katanya, pentahelix itu menunjukkan keterlibatan semua pihak. Seperti pembiayaan dari BSI untuk petani Nilam di Beutong Ateuh, Kabupaten Nagan Raya. Serta tahun depan, akan digarap Gampong Nilam, yang targetnya adalah ekspor ke Perancis.

Pada kesempatan yang sama, Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Marwan menyampaikan, ARC USK terus berbuat dan berinovasi dalam perjalanan industri Nilam Aceh, dari hulu hingga hilir. Mulai dari petani menanam, hingga pemasaran dan ekspor.

“Semoga Nilam Aceh bisa jadi ikon wisata Aceh yang bisa dijual. Ini juga bisa menjadi konsep wisata yang bisa terintegrasi. Untuk mewujudkan itu secara maksimal, maka butuh dukungan pemerintah dan masyarakat,” tutur Rektor.

Prof Marwan mengapresiasi ARC USK yang telah mencoba mensinergikan semua pihak di Aceh. Semangat yang luar biasa itu, ditunjukkan dengan kepedulian. Ketika petani Nilam Aceh memiliki masalah, pihaknya langsung turun tangan beserta solusi konkrit.

“Alhamdulillah beberapa tahun terakhir, harga Nilam dari petani Aceh bisa kita tampung dan pertahankan pada harga Rp 500 ribu ke atas. Ini perlu kita teruskan, karena tidak mudah mengajak industri besar ke Aceh, tapi UMKM bisa. Tentu ini baik dan penting bagi ekonomi masyarakat Aceh,” jelas Prof Marwan.

Dalam kesempatan yang sama juga dilakukan launching Buku 5 Tahun ARC, Merintis Jalan Baru Nilam Aceh. Buku tersebut ditulis oleh Syaifullah Muhammad, Indra, Rina Sriwati, Elly Sufriadi, Suraiya Kamaruzzaman, Ernawati, Zulfahrizal, Marthunis, Faisal Alfarisy, Adinda Gusti Vonna, dan Sabrina Khairunnisa, dengan Editor Murizal Hamzah dan Karla Amelia. Buku diterbitkan oleh USK Press bersama ARC. Buku ini selanjutnya dibagikan secara simbolik kepada 12 orang tamu undangan yang diberikan oleh Rektor USK.

Sesi terakhir acara milad dilakukan dengan me-launching produk inovasi baru turunan nilam Aceh berupa Body Serum Anti Aging, Deodoran Penghilang bau badan, dan Parfum Neelam EDP special edition. Acara ditutup dengan foto bersama dari peserta yang hadir.(*)