HAkA dan Abdya Bersinergi dalam Pengelolaan Hutan Berkelanjutan

-8 Dilihat

SIGUPAINEWS.COM|ABDYA – Isu lingkungan di Aceh seringkali dipahami secara keliru oleh masyarakat. Banyak yang beranggapan bahwa menjaga lingkungan dan melindungi hutan berarti mengorbankan pembangunan ekonomi masyarakat.

Padahal, menurut Ketua Yayasan Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Farwiza Farhan, kenyataannya justru sebaliknya. Ia mengatakan hal ini usai menandatangani kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tentang pengelolaan hutan seluas 515 hektare (Ha) di kawasan Perkebunan masyarakat setempat, pada Kamis (25/01/2024).

“Kami menemukan fakta bahwa perusakan alam menyebabkan daya dukung lingkungan menurun dan bencana alam meningkat,” ujar Farwiza Farhan yang didampingi oleh Sekretaris Yayasan HAkA Badrul Irfan dan Halim.

Baca juga

Ia mencontohkan, biaya bencana yang ditimbulkan oleh perusakan alam sangat besar. Semua orang di Aceh pasti ingat betapa dahsyatnya dampak tsunami yang tidak bisa dicegah oleh manusia. Namun, ada juga bencana yang disebabkan oleh ulah manusia, seperti banjir bandang di Aceh Tamiang tahun 2006 lalu.

“Kerugian akibat banjir bandang itu dalam waktu satu minggu saja setara dengan APBA untuk satu tahun, sekitar 12 T rupiah. Ini menunjukkan betapa mahalnya bencana bagi daerah ini, tapi sayangnya kerugian ini sering tidak dimasukkan dalam perencanaan anggaran kita. Sementara itu, kita malah mengira bahwa perlindungan lingkungan itu akan menghambat pengembangan ekonomi masyarakat,” papar Farwiza yang juga bersama Kaban Bappeda Abdya, Firmansyah, ST.

Farwiza Farhan menegaskan, kehadiran HAkA di Abdya dan daerah lain bukan untuk menghalangi pertumbuhan ekonomi masyarakat di bidang pertanian dan perkebunan, melainkan untuk membantu penataan lingkungan yang lebih baik.

“Tujuannya adalah penataan lingkungan yang lebih baik. Misalnya, sebuah kota yang ditata dengan baik, sampahnya tertangani, pabrik dan pemukiman dipisahkan. Kehidupan masyarakat lebih tertib, penduduk tidak terpapar polusi dari pembangkit listrik tenaga batu bara, penyakit pernapasan seperti paru-paru bisa dicegah. Ini semua membutuhkan penataan ruang yang sesuai dengan fungsi dan peruntukannya, dimana ada areal lindung dan areal pembangunan. Di sinilah kami mendukung pemerintah daerah untuk melakukan penataan ruang yang lebih baik,” tutupnya.(*)

Please enable JavaScript in your browser to complete this form.
Jika Pilkada Aceh Barat Daya (Abdya) dilakukan hari ini siapakah calon Bupati pilihan anda?