Harga Melonjak, Kacang Panjang Tetap Diburu Pembeli di Abdya

oleh -27 Dilihat

SIGUPAINEWS.COM|ABDYA – Pasar Tradisional Blangpidie, yang terletak di jantung Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), baru-baru ini menjadi sorotan karena fluktuasi harga kacang panjang yang mencolok. Pedagang setempat menghadapi tantangan unik dengan variasi harga yang signifikan, dari Rp10.000 hingga Rp18.000 per ikat.

Sudirman, seorang pedagang di pasar tersebut, membagikan pengalamannya tentang bagaimana harga kacang panjang telah mengalami kenaikan dari Rp8.000 menjadi Rp10.000 per ikat dalam satu bulan terakhir.

“Kenaikan harga ini dipertahankan selama satu bulan terakhir,” ungkap Sudirman, menyoroti ketidakstabilan pasokan sebagai penyebab utama, pada Kamis (4/1/2024).

Baca juga

Penyebab lain dari lonjakan harga, menurut Sudirman, adalah ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan.

“Kami mendapatkan pasokan kacang panjang dari wilayah Abdya sendiri, namun minat pembeli tetap tinggi meskipun harga naik,” jelasnya.

Di sisi lain, Edi, pedagang lain di pasar yang sama, menjual kacang panjang dengan harga yang lebih tinggi, yaitu Rp18.000 per ikat.

“Harga sebelumnya adalah Rp15.000, tetapi sekarang telah naik menjadi Rp18.000 per ikat dan telah stabil selama satu bulan,” kata Edi.

Ia menambahkan bahwa musim hujan dan gagal panen petani lokal menjadi faktor utama kenaikan harga.

Kedua pedagang tersebut sepakat bahwa meskipun harga telah naik, minat pembeli tetap kuat. Kacang panjang, sebagai salah satu bahan pokok sehari-hari, tetap diminati oleh masyarakat setempat.

Sementara itu,NoviĀ  salah seorang pembeli kacang panjang di pasar tradisional Blangpidie mengatakan walaupun harga kacang panjang naik tetap di beli.

“Walaupun harga kacang panjang naik, ya yang namanya kami sebagai pedangan pecal ini tetap harus kami beli juga, karena itu memang kebutuhan kami sebagai pedangan Pecal,” ujarnya pada SIGUPAINEWS.COM. Jumat (5/1/2024).

Laporan ini menggambarkan dinamika pasar yang berubah-ubah dan bagaimana faktor-faktor seperti cuaca dan pasokan lokal dapat mempengaruhi harga komoditas di pasar tradisional. Warga Abdya terus menunjukkan ketahanan mereka dalam menghadapi fluktuasi harga, dengan tetap setia pada kebutuhan sehari-hari mereka.(*)