Inspektorat Abdya Awasi Pengelolaan Aset Gampong

oleh -78 Dilihat
Foto : Fitria Maisir/SIGUPAINEWS.COM

SIGUPAINEWS.COM|ABDYA – Inspektorat Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) kerap melakukan monitoring dan evaluasi terkait pengelolaan aset Gampong.

Hal tersebut disampaikan oleh Inspektur Kabupaten Abdya, Amiruddin Adi, selaku pemateri pada acara sosialisasi pengelolaan aset Gampong yang digelar oleh Kejaksaan Negeri Abdya di Aula Kejari setempat pada Sabtu (9/12/2023).

Baca juga

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada aparatur pemerintah desa agar dalam penyelenggaraan pemerintahan desa sesuai dengan ketentuan peraturan undang-undang yang berlaku. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan agar aparatur pemerintah desa lebih memahami tentang pengadaan barang atau jasa dan pengelolaan aset desa,” terang Amiruddin

Amiruddin menjelaskan, Inspektorat Abdya memiliki empat inspektur pembantu, termasuk satu inspektur khusus yang menangani masalah aset dan pengelolaan keuangan desa. Jika ada permasalahan terkait aset atau pengelolaan keuangan desa, aparatur pemerintah desa dapat menghubungi inspektur khusus tersebut.

“Tugas dan fungsi Inspektorat Abdya adalah membantu perpanjangan tangan Bapak Bupati untuk membina dan mengawasi pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan oleh perangkat Kabupaten,” kata Amiruddin.

“Selain itu, kami juga bertugas merumuskan kebijakan teknis di bidang pengawasan dan memprediksi konsep pengawasan, melaksanakan pengawasan internal terhadap kinerja dan keuangan melalui audit, review, evaluasi, dan monitoring, menyusun laporan hasil pengawasan, melaksanakan koordinasi pencegahan tindak pidana korupsi, mengawasi pelaksanaan program reformasi demokrasi, melaksanakan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintah Kabupaten, dan melaksanakan administrasi inspektorat berdasarkan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati,” imbuhnya.

Amiruddin juga mengingatkan kepada aparatur pemerintah desa agar fokus mengikuti sosialisasi pengelolaan aset Gampong tersebut. Pasalnya, sosialisasi tersebut terkait dengan permasalahan penggunaan aset Gampong yang kerap ditemukan oleh Inspektorat Abdya.

“Selama kami di Inspektorat Abdya, mulai tahun 2013, banyak sekali ditemukan permasalahan aset Gampong, terutama pada saat pergantian kepemimpinan. Sering terjadi aset desa hilang atau dimusnahkan,” katanya

“Padahal, kami sudah memberikan tabel untuk mendata aset desa. Tabel tersebut harus diisi oleh aparatur pemerintah desa saat pergantian kepemimpinan. Tabel tersebut berisi daftar aset yang ditinggalkan oleh keuchik lama dan harus dituntut oleh keuchik baru,” imbuhnya.

Amiruddin menambahkan, aset desa merupakan amanah yang harus dijaga dan dikelola dengan baik. Aset desa harus digunakan untuk kepentingan masyarakat setempat.

“Aset desa harus dijaga dan dikelola dengan baik. Aset desa harus digunakan untuk kepentingan masyarakat setempat,” pungkasnya.(*)