Kepala BPKK Banda Aceh Tanggapi Temuan BPK Terkait Rekening Pemko Tanpa SK Wali Kota

oleh -4 Dilihat
oleh
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kota Banda Aceh, Alriandi Adiwinata. (Foto: ist).

SIGUPAINEWS.COM|BANDA ACEH – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Kota Banda Aceh, Alriandi Adiwinata, memberikan tanggapan atas pemberitaan soal temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait sejumlah rekening milik Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dalam lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh.

Kepada media,  Senin (1/7), Alriandi Adiwinata, mengakui bahwa memang terdapat beberapa rekening milik OPD dan BLUD yang belum ditetapkan dengan Surat Keputusan (SK) Walikota.

“Pertama, rekening milik BLUD Pasar dibuka sejak tahun 2011 saat BLUD tersebut dibentuk. Setiap tahunnya, Walikota selalu menerima laporan keuangan BLUD. Rekening tersebut juga di-audit oleh BPK dan Kantor Akuntan Publik (KAP) terhadap mutasi rekening tersebut,” ujarnya.

Baca juga

Lebih lanjut, Alriandi menjelaskan bahwa tindak lanjut yang diambil Pemko Banda Aceh adalah segera mengajukan usulan penetapan rekening melalui SK Walikota. SK penetapan rekening saat ini akan diusulkan oleh BLUD Pasar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop) sebagai OPD Pembina BLUD Pasar kepada Walikota melalui Badan Pengelolaan Keuangan Kota Banda Aceh (BPKK Banda Aceh).

“Pengajuan SK penetapan rekening juga akan dilakukan terhadap rekening penampungan retribusi pada Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Ketertiban (DLHK3),” tambahnya.

Alriandi menjelaskan bahwa rekening yang ada pada DLHK3 adalah rekening Bendahara Penerimaan yang merupakan rekening penampung penerimaan retribusi sampah bagi Wajib Retribusi/masyarakat yang ingin menyetorkan langsung. Rekening ini digunakan untuk menampung sementara penerimaan retribusi sampah yang kemudian setiap harinya langsung di-setorkan ke rekening Kas Daerah.

Sementara itu, untuk temuan rekening yang ada pada Sekretariat DPRK, Alriandi menyebutkan bahwa rekening tersebut telah dibuka sejak tahun 2007. Rekening ini, menurut penuturan Alriandi, saat ini telah ditutup karena sudah tidak dipergunakan lagi.

“Terdapat sisa dana sebesar Rp 578.790,- dalam rekening tersebut dan sisa dana itu telah disetorkan ke rekening Kas Daerah,” pungkasnya.(*)