Kobar-GB Abdya Apresiasi Instruksi Kadisdik Aceh Tunjuk Guru Penggerak Isi Kekosongan Kepala Sekolah

oleh -24 Dilihat
Ket Foto : Ketua Kobar-GB Abdya, Rusli S.Pd

SIGUPAINEWS.COM|ABDYA – Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar-GB) Aceh Barat Daya (Abdya) memberikan apresiasi terhadap instruksi Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Marthunis, yang meminta Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) se-Aceh untuk menunjuk guru penggerak dalam mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah di Aceh.

Ketua Kobar-GB Abdya, Rusli SPd, menyatakan bahwa sudah sepantasnya guru penggerak ditunjuk untuk mengisi jabatan kepala sekolah yang lowong di Aceh. Menurutnya, hal ini sangat dibutuhkan karena guru penggerak memiliki kematangan untuk menjadi pemimpin di sekolah. Jika tugas kepala sekolah diberikan kepada Pelaksana Harian (Plh), bahkan untuk menandatangani ijazah atau penarikan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) saja sudah tidak diperbolehkan. Rusli berharap agar guru penggerak yang ditunjuk untuk mengisi jabatan kepala sekolah yang lowong di Aceh adalah guru-guru muda.

“Kami mendukung instruksi ini, tapi kalau bicara soal kebutuhan dunia pendidikan, idealnya yang ditunjuk menjadi pengganti kepala sekolah adalah guru penggerak dari kalangan yang muda-muda. Ini yang menjadi harapan kami kepada Kadisdik Aceh,” ujarnya. Rabu (26/6/2024)

Baca juga

Selain itu, setengah dari sekolah yang ada di Abdya banyak yang lowong jabatan kepala sekolah. Terdapat juga kepala-kepala sekolah di Abdya yang hampir mendekati masa usia pensiun. Rusli berharap kebutuhan untuk pendidikan di Provinsi Aceh bisa terakomodir semua. Pihaknya juga tidak ingin Plh kepala sekolah diisi oleh guru-guru yang mengandalkan bekingan.

Rusli menambahkan, sebelumnya Kadisdik Aceh, Marthunis, telah meminta Kacabdisdik se-Aceh untuk mengusulkan guru penggerak sebagai Pelaksana Tugas (Plt) kepala sekolah yang kosong. Instruksi itu disampaikan Marthunis dalam pertemuan dengan Kacabdisdik se-Aceh beberapa waktu lalu. Marthunis sangat yakin dengan kemampuan dan pengetahuan guru penggerak. Mereka menjadi guru penggerak atas inisiatif sendiri, yang artinya nilai keikhlasan dalam bekerja sudah tumbuh dalam diri mereka. Kemudian, guru penggerak memiliki kompetensi dan dedikasi yang tinggi, sehingga mampu menjalankan tugas sebagai kepala sekolah dengan baik. Prinsipnya, yang terbaik berdasarkan asesmen dan guru penggerak akan mendapat kesempatan menjadi pemimpin untuk menggerakkan sekolah dalam jangka waktu tiga bulan pertama. Setelah itu, akan dievaluasi. Bila hasilnya bagus, masa jabatan mereka akan diperpanjang.(*)