Penyebab Kelangkaan Minyak Goreng di Aceh Barat Daya Karna Tidak Ada Ritel Modern

-8 Dilihat

ABDYA, SIGUPAINEWS.com – Penyebab kelangkaan minyak goreng di Kabupaten Aceh Barat Daya, penyebabnya di abdya belum ada ritel modern seperti indomaret atau alfamart,

Kadis prindagkop Aceh Barat Daya. Amri, AR. ST, kepada SIGUPAINEWS.com di Sejahtera Swalayan, mengenai kelangkaan minyak goreng itu disebabkan di Abdya belum ada ritel modern, pada Rabu malam (16/02/2022).

“Kelangkaan penyebabnya yang pertama kita di abdya ini tidak ada ritel modern seperti indomaret atau alfamart, jadi makanya kita berharap ke distributor, seperti sekarang ini distributor dari Sanco sudah memasokkan,” kata Amri

Baca juga

Karna awalnya Amri, menjelaskan baik Sanco maupun bimoliĀ  belum ada komfirmasi dengan pemerintah dan belum dibayar untuk harga sisa subdinya, yang awal dibayar itu oleh dari pihak Aprindo yang tergolong dari alfamart, dan Indomaret, karna mereka memiliki pabrik sendiri.

SIGUPAINEWS.com

“Jadi kalau distributor kita ini tidak ada pabrik, mereka mengambil keuntungan dulu di pabrik, di jual lagi dan ambil keuntungan lagi,” ucap Amri

Lanjut Amri, Kalau seperti aprindo mereka langsung ada pabrik sendiri, maka dari itu lebih cepat ditangani oleh aprindo.

Dari keterangan Amri, AR. ST, Kenapa di aceh selatan selain dari abdya punya semua, ini bukan sebuah kelemahan ini strategi yang bagus dari pihak pimpinan daerah atau bapak bupati mulai dari bapak jufri dulu hingga sampai dengan bapak Akmal tetap komit tidak memasukan aprindo, sebabnya pemerintah mengunakan masyarakat, swalayan-swalayan atau pengencer-pengencer dari masyarakat

“Karna begini menurut hemat beliau apabila kita masukan perusahaan itu otomatis mati, karna perusahan ini sudah beribu di seluruh indonesia dia pengang, kalau seluruh aceh memang kita abdya yang belum ada , danpun seluruh indonesi masih banyak juga yang belum ada, bukan kita aja yang gak diberikan izin.” jelas Amri

Ia juga menyampaikan, untuk menimalisir menagani kelangkaan minyak, pihaknya tetap berkordinasi dengan provinsi, dan dengan kementrian bagaimana hasil atau perkembangan di kabupaten kita abdya.

“Seperti hari ini adanya pemasokan 250 kotak itu yang dua liter 100 kotak yang satu liter, kita sudah laporkan ke provinsi bagaimana perkembangan, kita sampaikan nanti apapun langkah-langkah kita sampaikan juga ini kalau untuk satu minggu seperti ini tidak mampan jadi makanya hal-hal laporan kami itu ditanggapi oleh provinsi, dan provinsi langsung mengarahkan ke kementrian.” tutup Amri. (RED)