Sebanyak 29 Orang Anak Yatim Desa Geulumpang Payong Terima Santunan Jelang Idul Adha 1445 H

oleh -11 Dilihat
Foto : Fitria Maisir/SIGUPAINEWS.COM

SIGUPAINEWS.COM|ABDYA – Dalam suasana penuh keberkahan menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 H/2024 M, sebanyak 29 orang anak yatim di Desa Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) merasakan kesejukan hati melalui santunan yang diberikan. Santunan ini merupakan simbol dari kepedulian dan cinta kasih yang dipersembahkan oleh para dermawan, serta sumber dana Celeng, dan warga setempat.

Dengan berhasil menghimpun dana sejumlah Rp 24.650.000, setiap anak yatim mendapatkan bagian sebesar Rp 850.000. Acara pembagian santunan ini berlangsung di Mushala Nurul Iman dengan penuh rasa syukur dan harapan, dihadiri oleh para pemuka masyarakat dan perwakilan pemerintah desa. Keuchik Khairuddin, selaku Pemerintah Desa, bersama Ketua Tuha Peut, Ketua Tuha Lapan, Ketua Panitia Santunan Anak Yatim, para Kadus, dan tokoh masyarakat, turut serta dalam acara yang berlangsung. Jum’at (14/6/2024)

Keuchik Khairuddin, dalam sambutannya, menyatakan kebanggaan dan rasa terima kasihnya kepada semua yang telah memberikan dukungan. “Hari ini merupakan hari yang penuh kegembiraan bagi kita, terutama bagi para anak-anak yang menerima santunan. Semoga bantuan yang kita berikan ini membawa manfaat dan menjadi amal jariyah bagi kita,” ucapnya dengan semangat.

Baca juga

Tradisi pemberian santunan kepada anak yatim di Desa Geulumpang Payong ini dilakukan dua kali dalam setahun, yang pertama kali disalurkan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Alhamdulillah, pada hari ini kita kembali memberikan santunan kepada anak yatim menjelang Hari Raya Idul Adha, dengan jumlah penerima sebanyak 29 orang. Sebelumnya, pada penyaluran menjelang Hari Raya Idul Fitri, terdapat 26 penerima,” jelas Keuchik Khairuddin.

Beliau menambahkan, acara ini tidak hanya sekedar pemberian santunan, namun juga sebagai sarana untuk memperkuat ikatan persaudaraan dan kepedulian sosial di antara warga. Ini merupakan bentuk konkret dari gotong royong dan semangat kebersamaan yang menjadi karakteristik masyarakat.

“Harapan kita, kegiatan ini akan terus berlangsung dan menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk berbagi dan peduli kepada sesama, terutama kepada anak-anak yatim yang memerlukan dukungan dan kasih sayang dari kita semua,” tutup Keuchik Khairuddin.(*)