Seleksi PPS Abdya Panen Protes, Peserta Tempuh Jalur Hukum ke Panwaslih

-5 Dilihat
Peserta PPS Lapor Panwaslin copy
Ketua Panwaslih Abdya, Ilman Sahputra, yang didampingi dua komisioner lainnya, Rahmah Rusli dan Rismanidar serta Koordinator Sekretariat, Haris Firmansyah menerima audiensi dan konsultasi masyarakat terkait adanya dugaan "permainan" dalam proses seleksi anggota PPS di Kabupaten Aceh Barat Daya, Rabu, 25/01/2023. (Foto: Ist)

SIGUPAINEWS.COM|ABDYA – Hasil pengumuman seleksi Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dihujani kritik dan panen protes.

Pasca Komisi Independen Pemilihan (KIP) Abdya mengeluarkan pengumuman PPS pada Senin (23/01) lalu, sejumlah gelombang protes mengalir deras ke KIP Abdya, bahkan ada yang menuding KIP “bermain” dalam proses perekrutan tersebut.

Ketua KIP Abdya, Yudi Nirmansyah, pada Selasa, (24/01) mengatakan pihaknya sudah melakukan secara transparan setiap tahapan perekrutan PPS.

Baca juga

Terkait ada yang belum puas dengan hasil seleksi tersebut, ia dapat memakluminya. Karena setiap ikut seleksi, sudah pasti yang lulus merasa puas dan yang belum lulus merasa kecewa dan bahkan kesal.

Yudi meminta supaya pihak-pihak yang merasa keberatan dengan pengumuman hasil rekrutment PPS untuk melaporkan ke Panwaslih Abdya dengan menunjukan bukti tentang adanya permainan dalam proses rekrutmen tersebut.

“Kalau ada yang merasa keberatan dan belum puas dengan pengumuman hasil rekrutmen PPS tersebut silahkan tempuh jalur hukum dengan melaporkan ke Panwaslih,” kata Yudi Nirmansyah.

Melapor ke Panwaslih

Puluhan warga yang merupakan peserta seleksi tes wawancara Panitia Pemungutan Suara yang dinyatakan tidak lulus, mengunjungi sekretariat Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih), Rabu (25/01/2023) siang.

Warga yang berasal dari berbagai kecamatan di kabupaten Abdya tersebut melakukan audiensi dan konsultasi kepada Panwaslih terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh KIP dalam menyeleksi peserta calon anggota PPS.

Supriadi misalnya, calon anggota PPS gampong Alue Sungai Pinang kecamatan Jeumpa tersebut menyampaikan terkait nilai CAT, dan teknis wawancara yang terkesan ada perlakuan berbeda antara peserta yang satu dengan peserta lainnya.

“Kenapa peserta yang mendapat peringkat satu, dua dan tiga di ujian CAT tidak lulus wawancara, malah yang diluluskan yang nilainya di bawah standar. Kemudian kenapa ada perlakuan yang berbeda pada saat tes wawancara, ada yang hanya diwawancarai dengan dua pertanyaan sedangkan saya hampir 15 menit diwawancarai,” ujar mantan Ketua PPS pada Pemilu 2019 lalu.

Begitu juga halnya dengan Munarita, warga gampong Lam Kuta kecamatan Blangpidie tersebut, ia mempertanyakan terkait adanya dugaan titipan orang dalam dan ada juga yang rangkap jabatan.

“Ada isu yang berkembang di masyarakat terkait adanya titipan orang dalam, terkait bukti kita akui kita belum mendapatkannya. Selain itu kita juga mempertanyakan apakah boleh PPS rangkap jabatan, sementara yang bersangkutan tercatat sebagai pegawai kontrak di instansi lain,” keluh Munarita.

Menyikapi informasi dan laporan yang disampaikan oleh puluhan warga tersebut, Ketua Panwaslih Abdya, Ilman Sahputra, yang didampingi dua komisioner lainnya, Rahmah Rusli dan Rismanidar serta Koordinator Sekretariat, Haris Firmansyah berjanji akan menyikapi dan menindak lanjutinya.

“Informasi yang bapak ibu sampaikan ini akan kita tindak lanjuti. Kita akan melakukan kajian awal dengan mempelajari peraturan-peraturan yang terkait dengan perekrutan PPS tersebut, nanti kita juga akan minta klarifikasi ke KIP Abdya,” ujar Ilman.

Ilman juga mengapresiasi upaya yang ditempuh oleh para warga yang tidak lulus seleksi wawancara PPS tersebut. Menurutnya, audiensi dan konsultasi ini merupakan salah satu upaya partisipasi masyarakat dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas di Abdya. (*)

Berita terkait: