SMP Negeri 1 Blangpidie Gelar Family Gathering Parenting: Menumbuhkan Disiplin Positif

oleh -28 Dilihat

SIGUPAINEWS.COM|ABDYA – Untuk memperkuat fondasi pendidikan karakter dan disiplin positif, SMP Negeri 1 Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), mengelar kegiatan Family Gathering Parenting. Kegiatan ini bertema “Menumbuhkan Disiplin Positif Dari Pendidikan Rumah Tangga” dan akan berlangsung dari┬átanggal 6 hingga 8 Maret 2024.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah, Muhammad Wahyu, S.Pd.I, menekankan pentingnya kerjasama antara sekolah dan orang tua dalam mendukung perkembangan anak. Beliau menyatakan, “Parenting ini bukan hanya pertemuan, tetapi juga wadah untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang pendidikan anak yang holistik.” katanya. Rabu (6/3/2024)

Acara ini diisi dengan kegiatan interaktif seperti diskusi, ceramah, dan seminar dengan narasumber terkemuka di bidang psikologi dan pendidikan. Tujuannya adalah untuk membekali orang tua dengan pemahaman mendalam tentang pendidikan anak di rumah yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya.

Baca juga

Muhammad Wahyu mengundang para orang tua untuk aktif berpartisipasi, tidak hanya dalam kegiatan ini, tetapi juga dalam pendidikan sehari-hari anak-anak mereka. “Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara sekolah dan orang tua,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperbaiki komunikasi antara sekolah dan orang tua, menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pendidikan anak-anak, yang di masa depan akan menjadi pemimpin dan pembuat kebijakan di Aceh Barat Daya.

“SMP Negeri 1 Blangpidie berkomitmen mendukung dan bekerjasama dengan orang tua dalam mengembangkan potensi setiap siswa, demi masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang,” tutur Kepala Sekolah.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat Daya, Gusvizarni, mengajak orang tua untuk bekerja sama dalam memajukan pendidikan dan meningkatkan hubungan baik, sehingga dapat menyelesaikan masalah pembelajaran di sekolah. Beliau berterima kasih kepada ibu-ibu yang hadir dan mengakui peran penting mereka dalam pengawasan anak-anak, karena para ayah biasanya sibuk bekerja.

Gusvizarni juga menekankan pentingnya bantuan dari orang tua, terutama karena sekolah ini menerapkan kurikulum merdeka yang menuntut disiplin tanpa kekerasan. Kemudian beliau juga menjelaskan tiga gaya pengasuhan seperti

Pola Asuh Otoriter: Orang tua menerapkan aturan ketat tanpa memberi anak kesempatan untuk berpendapat, yang bisa membuat anak kehilangan kebebasan dan kepercayaan diri.

Pola Asuh Permisif: Anak diberi kebebasan penuh tanpa aturan atau bimbingan yang jelas, yang bisa membuat mereka bertindak tanpa kontrol.

Pola Asuh Demokratis: Menggabungkan disiplin dengan menghargai kebebasan anak, dengan bimbingan yang penuh pengertian.(*)