Terkait Polemik 152 Keuchik Abdya Studi Banding ke Yogyakarta, Ini Kata Venny

-124 Dilihat
Ketua Forum Keuchik Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Venny Kurnia

SIGUPAINEWS.COM|ABDYA – Ketua Forum Keuchik Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Venny Kurnia menegaskan bahwa study banding kepala desa (keuchik) keluar daerah bukan di Kabupaten Abdya yang pertama tetapi  sudah duluan kabupaten lain di Aceh melaksanakannya.

“Terkait polemik 152 Keuchik di Kabupaten Abdya yang bakal studi banding ke Yogyakarta pada 15 Juli 2023 mendatang. Perlu dijelaskan, study banding bukan bimbingan teknis (bimtek), yang namanya studi banding pastinya harus keluar daerah tidak bisa digelar di kabupaten setempat,” tegas Venny yang disampaikan kepada wartawan Rabu (12/7/2023)

Selanjutnya, Venny mencontohkan di kabupten tetangga Aceh Selatan, mereka para keuchik sudah berangkat dan sudah pulang, tidak ada masalah dan tidak ada ribut hingga berpolemik seperti di Abdya.

Baca juga

“Kenapa giliran Abdya jadi ribut begini,” ungkapnya.

Bukan saja polemik menghamburkan uang, Venny juga mengatakan persoalan Pj Bupati juga dikaitkan dengan keberangkatan study banding.

“Wacana studi banding ini merupakan inisiatif Forum Keuchik, tidak ada hubungan dengan Pj Bupati,”tegasnya.

Dalam study banding ini lanjutnya, para keuchikmenggunakan anggaran yang bersumber dari dana desa, bukan APBD. Forum Keuchik hanya memberitahukan kepada Pj Bupati bahwa mereka akan berangkat.

“Kegiatan tersebut pakai dana desa bukan APBD, yang memberikan langsung bendahara desa. Jadi intinya ini keputusan bersama, jangan dikambinghitamkan Bupati, ini otoritas Forum Keuchik,” akuinya.

Sementara Direktur Eksekutif Jaringan Survei Inisiatif (JSI), Ratnalia Indriasari kepada media mengatakan, kegiatan studi banding ke luar daerah sudah banyak dilakukan kepala desa di kabupaten/kota lain.

Ditambahkan, persoalan studi banding bisa memberikan manfaat atau sebaliknya tergantung pada Keuchik masing-masing. Karena tujuan dasar dilakukan studi banding tentu untuk belajar, meniru tata cara kelola pemerintahan yang dilakukan oleh provinsi  lain yang jauh lebih baik dibanding Aceh.

“Maka dari tujuan study banding sebenarnya sangat mulia dan positif, Namun, terkadang penyebab studi banding ini menuai polemik dikarenakan kepala desanya tidak mengimplementasikan apa saja yang ilmu yang didapat ketika kunjungan kerja,” ucapnya. (*)

Please enable JavaScript in your browser to complete this form.
Jika Pilkada Aceh Barat Daya (Abdya) dilakukan hari ini siapakah calon Bupati pilihan anda?